Takashi Inui, Berlian Biru Yang Akhirnya Memancarkan Sinar

Takashi Inui, Berlian Biru Yang Akhirnya Memancarkan Sinar

July 3, 2018 0 By admin

Takashi Inui, Berlian Biru Yang Akhirnya Memancarkan Sinar | Bolanews.org,Pada tanggal 28 Juni 2018 menjadi hari yang campur aduk bagi seorang Akira Nishino. Di satu sisi pelatih Jepang itu bernafas sangat lega setelah timnya lolos ke fase gugur Piala Dunia 2018 dengan cara yang dramatis (baca: Poin Fair Play) namun di balik rasa lega itu ada kekhawatiran yang cukup besar bagi dirinya ketika ia mengetahui akan menghadapi Timnas Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2018

Kekhawatiran Nishino ini sejatinya cukup beralasan. Dibandingkan mereka yang lolos dengan keberuntungan, Belgia lolos ke babak 16 besar dengan meyakinkan. Mereka melumat 3 pertandingan grup G dengan kemenangan, di mana lawan terakhir yang mereka lahap adalah salah satu unggulan juara Inggris.

Pada pertandingan yang digelar di Rostov dini hari tadi, tidak banyak yang memperhitungkan bahwa Jepang bisa menahan Belgia. Jangankan mengimbangi, banyak pihak yang menyangka akan terjadi pembantaian di Rostov Arena pada dini hari tadi.

Namun pemandangan yang terjadi di Rostov Arena berbeda dari semua bayangan itu. Jepang malah tampil perkasa, melakukan pressing ketat kepada Belgia sehingga raksasa Eropa itu sulit mengembangkan permainan mereka di babak pertama. Tidak sampai di situ, The Blue Samurai membuat publik semakin ternganga ketika Thibaut Courtois harus memungut bola sebanyak dua kali dalam tujuh menit setelah kick off babak kedua dimulai.

Selain kejeniusan Akira Nishino dalam meracik taktik, tidak berlebihan jika kita menyebut bahwa performa Apik The Blue Samurai tidak terlepas dari permainan seorang Takashi Inui.

The Unsung Hero

The Unsung Hero

Ketika kita menyebut Timnas Jepang, sosok pertama yang mungkin muncul dalam benak kita adalah Shinji KagawaKeisuke HondaShinji Okazaki dan Yuuto Nagatomo. Hal ini wajar, karena keempat pemain ini karirnya malang melintang di liga-liga top di Eropa.

Dibandingkan ke empat nama tersebut, nama Takashi Inui kalah jauh dalam urusan popularitas. Maklum dibanding rekan-rekannya itu, Inui dalam tiga tahun terakhir hanya memperkuat tim papan tengah La Liga, Eibar.

Jika melihat jejak karirnya, Inui sejatinya punya rekam jejak yang bagus. Ketika ia masih duduk di bangku SMA, ia berhasil menghantarkan SMA-nya Shiga Yasu menjadi juara nasional dalam turnamen Winter Kokuritsu, Turnamen Sepakbola Nasional antar SMA terbesar di seluruh Jepang yang diselenggarakan oleh JFA selaku federasi sepakbola Jepang.

Berkat kecemerlangannya di Winter Kokuritsu, Inui dipantau oleh klub J-League Yokohama Marinos. Namun sayang ia belum berjodoh dengan tim asal perfektur Kanagawa tersebut. Pada tahun 2008 ia dipinjamkan ke Cerezo Osaka, yang mana karirnya malah berkembang bersama tim yang berbasis di region Kansai tersebut di mana dua tahun di sana ia berhasil membawa Cerezo Osaka promosi ke J1 League dari J1 League.

Go International

Go International

Pada tahun 2011 Inui mendapatkan tantangan baru dalam karirnya setelah ia direkrut oleh klub 2.Bundesliga VfL Bochum. Di musim perdananya di Jerman ia langsung bermain sebanyak 30 kali dan menyumbangkan 7 gol bagi tim asal Rhine-Westphalia Utara tersebut sehingga musim berikutnya ia langsung direkrut oleh klub Bundesliga, Eintracht Frankfurt.

Empat tahun karir Inui di Frankfurt bisa dikatakan cukup baik. Pada musim 2015/2016 ia akhirnya hijrah ke Spanyol untuk bergabung di Eibar. Di Eibar, Inui menjadi andalan di lini serang Los Almeros, di mana

Ia menjadi pemain Asia pertama yang mencetak gol ke gawang FC Barcelona. Kejadian itu terjadi pada tanggal 21 Mei 2017 pada pertandingan terakhir La Liga musim ini. Pada laga itu Inui tidak tanggung-tanggung menceploskan dua bola ke gawang Marc Andre Ter-Stegen,kendati skor akhir pertandingan itu menjadi 4-2.

Jiwa Samurai

Jiwa Samurai

Meski memiliki bakat besar, perjalanan Inui di Timnas Jepang bisa dikatakan tidak berjalan mulus. Ia mendapatkan debutnya di Timnas Senior Jepang pada 20 Januari 2009 saat ia masih berusia 21 tahun. Ia tampil pada Kualifikasi AFC Cup melawan Yemen.

Pertandingan melawan Yemen itu satu-satunya pertandingannya di Timnas Jepang. Beberapa tahun berikutnya situasinya masih sama, di mana ia banyak tidak dilibatkan di Skuat Samurai Biru. Bahkan untuk kualifikasi Piala Dunia 2018, Inui hanya satu kali saja bermain untuk Timnas Senior Jepang yang pada saat itu masih dilatih oleh Vahid Halilhodzic.

Namun ketika Akira Nishino naik sebgaai pelatih Jepang, mantan arsitek Gamba Osaka itu melakukan perjudian dengan memanggil Inui kembali ke Skuat Samurai Biru, di mana ia menjadi starter di dua laga perdana Jepang di mana ia mencetak gol perdananya di Piala Dunia ini pada laga melawan Senegal sebelum ia mencetak gol indah ke gawang Thibaut Courtois dini hari tadi.

Statistik Inui selama di Piala Dunia ini tergolong impresif. Dari empat pertandingan tersebut, Inui tercatat melepaskan 8 tembakan, di mana empat di antaranya merupakan tembakan on target dan menghasilkan dua gol, serta satu tembakannya mengenai mistar gawang Senegal. Selain itu ia memiliki akurasi umpan yang cukup bagus, di mana 86% umpa yang ia lepaskan menemui sasaran.